Kepemimpinan Harun dalam Pentateukh: Pendampingan, Keterbatasan, dan Akuntabilitas dalam Kepemimpinan Gerejawi  

Authors

  • Ranly Joily Johnly STA Batu Author
  • Rudianto Rumahorbo STT IKAT Jakarta Author
  • Soneta Sang Surya Siahaan STT Walter Post Jayapura Author
  • Timothy Amien R.K STT REAL Batam Author
  • Leyna Christin Nainggolan STT Providensia Batu Author

Keywords:

Harun, kepemimpinan pendamping, keterbatasan pemimpin, akuntabilitas, kepemimpinan gerejawi

Abstract

Konsentrasi otoritas pada satu figur dapat mempersempit partisipasi dan melemahkan mekanisme koreksi dalam gereja. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakterisasi Harun dalam Pentateukh melalui dimensi pendampingan, keterbatasan, dan akuntabilitas, serta merumuskan kontribusinya bagi kepemimpinan gerejawi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-interpretatif dengan analisis naratif dan pembacaan dekat atas Keluaran 4, 7, 17, 24, 28–29, dan 32; Imamat 8–10; serta Bilangan 12, 16–17, dan 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harun menjalankan fungsi representatif, relasional, kolegial, dan imamiah, tetapi juga mengalami kegagalan, koreksi, konsekuensi, dan regenerasi. Peristiwa anak lembu emas, konflik dalam Bilangan 12, dan kegagalan di Meriba menegaskan bahwa legitimasi serta jabatan tidak menghapus keterbatasan pemimpin. Berdasarkan pola tersebut, penelitian merumuskan model kepemimpinan pendamping yang akuntabel dengan enam karakter, yaitu representatif, relasional, kolegial, imamiah, terbatas, dan akuntabel. Model ini mengkritik sentralisasi kepemimpinan gerejawi serta mendorong pembagian fungsi, evaluasi, dan suksesi yang bertanggung jawab.

6 7

References

Downloads

Published

2026-10-02