Tubuh Yang Berbeda Dan Pembebasan: Pembacaan Teologis-Konstruktif Atas Ehud Dalam Hakim-Hakim 3:12–30

Authors

  • Soneta Sang Surya Siahaan STT Walter Post Jayapura Author
  • Djoko Santoso STA Batu Author
  • Elisa Nimbo Sumual STA Batu Author
  • Soegiarto Hartono STT Amanat Agung Jakarta Author
  • Zulkisar Pardede STA Batu Author

Keywords:

Ehud, Hakim-Hakim, tubuh yang berbeda, teologi disabilitas, teologi aset, partisipasi, pembebasan

Abstract

Artikel ini mengkaji Ehud dalam Hakim-Hakim 3:12–30 dengan menempatkan tubuh dan penggunaan tangannya sebagai bagian penting dari konstruksi naratif pembebasan Israel. Pembahasan mengenai Ehud sering bergerak pada humor, kekerasan, ironi politik, atau kecerdikan militer, sedangkan ungkapan אִטֵּר יַד־יְמִינוֹ (ʾiṭṭēr yad-yəmînô) kerap diperlakukan terutama sebagai persoalan identifikasi kondisi fisik. Artikel ini mengambil arah berbeda. Dengan tafsir naratif dan refleksi teologis-konstruktif, penelitian menelusuri hubungan antara tindakan YHWH yang membangkitkan Ehud sebagai pembebas, penandaan penggunaan tangannya, penempatan pedang pada paha kanan, dan penggunaan tangan kiri ketika berhadapan dengan Eglon. Artikel tidak menetapkan diagnosis medis Ehud dan tidak menyamakan dirinya secara langsung dengan kategori penyandang disabilitas modern. Istilah “tubuh yang berbeda” dan “tubuh non-normatif” dipakai secara heuristis untuk menunjukkan bahwa narasi menandai tubuh Ehud sebagai tidak sepenuhnya mengikuti pola yang diasumsikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa karakteristik tubuh Ehud bukan detail netral: ia berhubungan dengan strategi yang menggerakkan alur menuju pembalikan kekuasaan. Dari temuan tersebut, artikel mengembangkan “teologi aset” sebagai kategori konstruktif yang menggeser cara pandang dari defisit menuju martabat, agensi, dan partisipasi, tanpa meromantisasi disabilitas atau menjadikan produktivitas sebagai ukuran nilai manusia. Implikasi akhirnya diarahkan pada gereja dan pendidikan teologi agar bergerak dari penerimaan simbolik menuju partisipasi nyata serta tidak menjadikan kenormalan mayoritas sebagai syarat bagi keterlibatan penuh dalam komunitas iman.

10 6

References

Downloads

Published

2026-10-02