Antara Kuasa Dan Kasih: Kritik Teologis Terhadap Kepemimpinan Otoriter Berdasarkan Prinsip Kepemimpinan Alkitabiah
Keywords:
kepemimpinan otoriter, kepemimpinan Alkitabiah, kuasa, kasih, kepemimpinan melayaniAbstract
Artikel ini membahas kepemimpinan otoriter sebagai penggunaan kuasa yang menekan, mempermalukan, dan menuntut kepatuhan tanpa ruang dialog. Tujuan penelitian adalah menjelaskan bentuk kepemimpinan otoriter, menilai dampaknya, dan membangun kritik teologis berdasarkan prinsip kepemimpinan Alkitabiah. Penelitian memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Alkitab menjadi sumber primer, sedangkan tujuh belas artikel jurnal terbuka menjadi sumber sekunder. Data dianalisis secara deskriptif, komparatif, dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan otoriter ditandai oleh pemusatan kuasa, komunikasi satu arah, pengawasan berlebihan, intimidasi, penolakan terhadap kritik, dan kepatuhan berdasarkan ketakutan. Pola tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis, kelelahan, kerusakan hubungan, sinisme, serta krisis kepercayaan terhadap pemimpin dan lembaga. Prinsip kepemimpinan Alkitabiah menempatkan kuasa sebagai amanat untuk melayani. Artikel ini menawarkan Model Kepemimpinan Kuasa dalam Kasih yang memadukan ketegasan, pelayanan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan akuntabilitas.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 GOLPAK: Jurnal Pendidikan Agama Kristen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.