Panduan Penulisan

GOLMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Golan Journal of Community Engagement) menerima artikel ilmiah yang berasal dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), pemberdayaan, pendampingan, penerapan IPTEKS, hilirisasi hasil penelitian, inovasi sosial, maupun community engagement yang memiliki proses, hasil, evaluasi, dan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.

Artikel harus menggambarkan kegiatan nyata yang telah dilaksanakan bersama mitra atau masyarakat.

1. Bahasa Naskah

GOLMAS menerima artikel dalam:

  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris

Naskah harus menggunakan bahasa akademik yang jelas, sistematis, komunikatif, dan mudah dipahami.

2. Panjang Naskah

Panjang naskah yang disarankan:

6–12 halaman

Jumlah halaman mengikuti format template resmi GOLMAS.

Jika terdapat perbedaan antara panduan ini dengan template, maka template resmi GOLMAS menjadi acuan utama.

3. Format Dokumen

Format dasar naskah:

  • Ukuran kertas: A4
  • Margin atas: 3 cm
  • Margin kiri: 3 cm
  • Margin kanan: 2 cm
  • Margin bawah: 2 cm
  • Font utama: Times New Roman
  • Ukuran font: 10 pt
  • Spasi: 1,0
  • Format file: sesuai format yang diterima sistem OJS dan template GOLMAS.

4. Judul Artikel

Judul harus:

  • menggambarkan kegiatan pengabdian;
  • menunjukkan sasaran atau konteks jika relevan;
  • informatif;
  • spesifik;
  • dan tidak terlalu panjang.

Panjang judul disarankan:

Maksimal 14 kata

Judul sebaiknya tidak hanya berbentuk:

“Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa X”

tetapi lebih informatif, misalnya:

Peningkatan Literasi Digital UMKM melalui Pelatihan Pemasaran Berbasis Media Sosial

5. Identitas Penulis

Identitas penulis dimasukkan secara lengkap pada metadata OJS, meliputi:

  • nama lengkap;
  • afiliasi;
  • negara;
  • email;
  • dan ORCID apabila tersedia.

Penulis korespondensi harus dapat dihubungi selama proses editorial.

6. Double-Blind Peer Review

GOLMAS menggunakan double-blind peer review.

File manuskrip untuk review harus dianonimkan.

Informasi seperti:

  • nama penulis;
  • afiliasi;
  • email;
  • ucapan terima kasih;
  • identitas lembaga asal penulis;
  • atau informasi lain yang secara langsung mengungkap identitas penulis

harus dihapus dari file review apabila memungkinkan.

Identitas lengkap tetap dimasukkan pada metadata OJS.

7. Abstrak

Artikel harus memiliki abstrak dalam:

  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris

Panjang abstrak:

100–250 kata

Abstrak sebaiknya memuat:

  • masalah atau kondisi mitra;
  • tujuan kegiatan;
  • metode pelaksanaan;
  • sasaran atau mitra;
  • hasil utama;
  • evaluasi;
  • dan kesimpulan.

Abstrak tidak cukup hanya menjelaskan bahwa kegiatan “telah terlaksana dengan baik”.

8. Kata Kunci

Setiap artikel harus memiliki:

3–5 kata kunci

Kata kunci harus merepresentasikan substansi kegiatan.

Contoh:

Kata Kunci: UMKM, Literasi Digital, Pemberdayaan Masyarakat, Digital Marketing

9. Struktur Utama Artikel

Struktur yang disarankan untuk artikel GOLMAS adalah:

  1. Judul
  2. Identitas Penulis
  3. Abstrak
  4. Kata Kunci
  5. Pendahuluan
  6. Metode Pelaksanaan
  7. Hasil dan Pembahasan
  8. Evaluasi dan Dampak Kegiatan
  9. Kesimpulan
  10. Ucapan Terima Kasih jika relevan
  11. Pernyataan Konflik Kepentingan jika diperlukan
  12. Pendanaan jika relevan
  13. Daftar Pustaka

Bagian Evaluasi dan Dampak dapat digabung ke Hasil dan Pembahasan apabila struktur template menghendaki demikian.

10. Pendahuluan

Pendahuluan harus menjelaskan:

  • kondisi awal mitra;
  • masalah yang dihadapi;
  • kebutuhan masyarakat;
  • urgensi kegiatan;
  • dasar pemilihan solusi;
  • referensi atau penelitian yang relevan;
  • dan tujuan pengabdian.

Pendahuluan tidak boleh hanya berisi teori umum secara panjang.

Yang harus terlihat adalah:

Masalah apa yang dihadapi mitra dan mengapa kegiatan ini perlu dilakukan?

11. Analisis Situasi Mitra

Penulis dianjurkan menjelaskan kondisi mitra sebelum kegiatan.

Informasi dapat mencakup:

  • profil singkat;
  • lokasi;
  • karakteristik peserta;
  • kondisi sosial;
  • kondisi ekonomi;
  • tingkat pengetahuan;
  • kondisi teknologi;
  • proses usaha;
  • atau permasalahan lain yang relevan.

Informasi sensitif harus tetap dilindungi.

12. Identifikasi Permasalahan

Permasalahan harus dirumuskan secara jelas.

Contohnya:

  • rendahnya kemampuan pemasaran digital;
  • keterbatasan kemampuan pencatatan keuangan;
  • kurangnya literasi kesehatan;
  • rendahnya kemampuan guru menggunakan teknologi;
  • pengelolaan sampah yang belum optimal;
  • atau keterbatasan sistem informasi.

Hindari rumusan masalah yang terlalu umum tanpa bukti kondisi mitra.

13. Tujuan Kegiatan

Tujuan harus berkaitan langsung dengan masalah mitra.

Contoh:

Meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam membuat dan mengelola konten pemasaran digital.

Tujuan harus realistis dan dapat dievaluasi.

14. Metode Pelaksanaan

Bagian ini merupakan salah satu bagian penting GOLMAS.

Penulis harus menjelaskan secara jelas:

  • lokasi kegiatan;
  • waktu pelaksanaan;
  • karakteristik mitra;
  • jumlah peserta;
  • tahapan kegiatan;
  • metode;
  • materi;
  • alat atau teknologi;
  • peran tim;
  • peran mitra;
  • serta metode evaluasi.

15. Tahapan Kegiatan

Tahapan dapat disusun misalnya:

Identifikasi Masalah → Perencanaan → Pelaksanaan → Pendampingan → Evaluasi → Tindak Lanjut

Struktur dapat disesuaikan dengan karakter program.

16. Metode Pengabdian

GOLMAS menerima metode seperti:

  • penyuluhan;
  • pelatihan;
  • workshop;
  • pendampingan;
  • bimbingan teknis;
  • coaching;
  • mentoring;
  • demonstrasi;
  • difusi IPTEKS;
  • penerapan teknologi tepat guna;
  • Community Development;
  • Participatory Action Research (PAR);
  • Asset-Based Community Development (ABCD);
  • Community-Based Research (CBR);
  • Service Learning;
  • atau metode lain yang sesuai.

Metode harus dijelaskan, bukan hanya disebutkan.

17. Pendekatan Partisipatif

Jika menggunakan istilah seperti:

  • partisipatif;
  • PAR;
  • ABCD;
  • CBR;
  • community development;

penulis harus menunjukkan bagaimana mitra benar-benar terlibat.

Misalnya dalam:

  • penentuan masalah;
  • penyusunan program;
  • pelaksanaan;
  • evaluasi;
  • pengambilan keputusan;
  • dan tindak lanjut.

18. Peserta dan Mitra

Penulis harus menjelaskan:

  • siapa mitranya;
  • jumlah peserta;
  • kriteria peserta;
  • dan keterlibatan mereka.

Contoh:

Kegiatan melibatkan 25 pelaku UMKM bidang makanan dan minuman di Desa X.

Jangan hanya menulis “masyarakat” tanpa penjelasan apabila jumlah dan karakteristik peserta memang diketahui.

19. Materi atau Intervensi

Jika kegiatan berupa pelatihan atau pendampingan, penulis sebaiknya menjelaskan:

  • materi;
  • durasi;
  • media;
  • metode penyampaian;
  • praktik;
  • dan bentuk pendampingan.

Jika menggunakan modul atau teknologi, jelaskan fungsinya.

20. Penerapan Teknologi

Jika kegiatan melibatkan:

  • aplikasi;
  • website;
  • sistem informasi;
  • alat;
  • mesin;
  • perangkat IoT;
  • atau teknologi tepat guna,

artikel harus menjelaskan:

  • masalah yang diselesaikan;
  • cara penerapan;
  • pelatihan penggunaan;
  • respons mitra;
  • hasil penggunaan;
  • dan keberlanjutan teknologi.

21. Hasil dan Pembahasan

Bagian ini harus menyajikan apa yang benar-benar terjadi selama kegiatan.

Hasil dapat mencakup:

  • peningkatan kemampuan;
  • perubahan pengetahuan;
  • produk;
  • teknologi yang digunakan;
  • modul;
  • sistem;
  • perubahan proses kerja;
  • peningkatan kapasitas;
  • atau hasil lain.

Pembahasan harus dikaitkan dengan teori, penelitian terdahulu, atau pengalaman kegiatan sejenis.

22. Jangan Hanya Menulis Kronologi

Artikel PkM bukan laporan perjalanan.

Hindari bagian hasil yang hanya berbentuk:

pukul 08.00 registrasi, pukul 09.00 sambutan, pukul 10.00 materi, pukul 12.00 selesai.

Kronologi dapat disebutkan seperlunya, tetapi fokus utama adalah:

apa intervensinya, apa yang berubah, dan apa manfaatnya.

23. Dokumentasi Kegiatan

Dokumentasi dapat digunakan sebagai bukti pendukung kegiatan.

Foto harus:

  • relevan;
  • jelas;
  • tidak berlebihan;
  • memiliki caption;
  • dan dirujuk dalam artikel.

Foto sebaiknya menunjukkan:

  • proses pelatihan;
  • praktik;
  • pendampingan;
  • penerapan teknologi;
  • hasil;
  • atau aktivitas penting lainnya.

24. Dokumentasi Bukan Hasil Utama

Banyak foto tidak otomatis membuat artikel PkM berkualitas.

Dokumentasi berfungsi mendukung penjelasan, sedangkan kualitas artikel tetap ditentukan oleh:

  • metode;
  • hasil;
  • evaluasi;
  • pembahasan;
  • dan manfaat.

25. Evaluasi Kegiatan

Setiap artikel sebaiknya memiliki metode evaluasi.

Evaluasi dapat berupa:

  • pre-test dan post-test;
  • observasi;
  • kuesioner;
  • wawancara;
  • penilaian praktik;
  • pengukuran keterampilan;
  • monitoring;
  • indikator produksi;
  • penggunaan teknologi;
  • atau metode lain yang sesuai.

26. Pre-Test dan Post-Test

Jika menggunakan pre-test dan post-test, penulis harus menjelaskan:

  • jumlah peserta;
  • instrumen;
  • indikator;
  • cara penilaian;
  • dan hasil.

Contoh:

Rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 menjadi 82,6 setelah kegiatan.

Namun, peningkatan skor tidak boleh otomatis diklaim sebagai dampak jangka panjang.

27. Evaluasi Keterampilan

Jika tujuan program adalah peningkatan keterampilan, evaluasi sebaiknya tidak hanya menggunakan kuesioner kepuasan.

Contohnya dapat berupa kemampuan peserta:

  • membuat produk;
  • mengoperasikan aplikasi;
  • membuat pembukuan;
  • mengelola media sosial;
  • menggunakan alat;
  • atau menyelesaikan tugas tertentu.

28. Evaluasi Kepuasan

Kuesioner kepuasan dapat digunakan sebagai data pendukung, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Pernyataan:

“95% peserta puas”

tidak cukup untuk membuktikan adanya peningkatan kemampuan atau dampak program.

29. Indikator Keberhasilan

Artikel dianjurkan menjelaskan indikator keberhasilan sejak metode.

Misalnya:

  • minimal 80% peserta mampu menggunakan aplikasi;
  • minimal 75% peserta mengalami peningkatan skor;
  • terbentuk kelompok usaha;
  • tersedia sistem yang digunakan mitra;
  • atau terjadi peningkatan produksi tertentu.

30. Before-After Evaluation

Jika relevan, GOLMAS sangat mendorong perbandingan kondisi:

Sebelum kegiatan → Setelah kegiatan

Evaluasi dapat berbentuk tabel, grafik, skor, dokumentasi, indikator kinerja, maupun penjelasan kualitatif.

31. Outcome dan Dampak

Penulis harus membedakan antara:

Output

  • modul dibuat;
  • pelatihan dilaksanakan;
  • aplikasi diberikan;
  • alat dipasang.

dan:

Outcome

  • kemampuan meningkat;
  • aplikasi digunakan;
  • proses kerja menjadi lebih efisien;
  • peserta mampu melakukan praktik secara mandiri.

Sedangkan dampak jangka panjang hanya boleh diklaim jika memang telah diukur.

32. Keberlanjutan

Artikel sebaiknya menjelaskan bentuk tindak lanjut seperti:

  • pendampingan lanjutan;
  • monitoring;
  • kaderisasi;
  • pembentukan kelompok;
  • training of trainers;
  • serah terima alat;
  • maintenance;
  • atau kerja sama lanjutan.

Jika keberlanjutan belum dapat dibuktikan, cukup jelaskan rencana atau potensinya.

33. Artikel KKN

Artikel hasil KKN dapat diterima jika memiliki kualitas ilmiah.

Artikel tidak cukup hanya menjelaskan daftar program KKN.

Harus terdapat:

  • satu masalah yang jelas;
  • metode;
  • mitra;
  • intervensi;
  • evaluasi;
  • hasil;
  • dan pembahasan.

34. Artikel Service Learning

Artikel Service Learning harus menjelaskan hubungan antara:

  • tujuan pembelajaran;
  • kegiatan mahasiswa;
  • kebutuhan masyarakat;
  • refleksi;
  • dan manfaat bagi komunitas.

Artikel harus tetap berorientasi pada engagement dan kontribusi kepada masyarakat.

35. Artikel Hilirisasi Penelitian

Jika program berasal dari hasil penelitian sebelumnya, artikel harus menjelaskan:

  • hasil penelitian yang diterapkan;
  • alasan implementasi;
  • bentuk adaptasi;
  • proses transfer;
  • penerimaan mitra;
  • dan hasil penerapan.

Artikel tidak boleh hanya mengulang hasil penelitian sebelumnya.

36. Artikel Pelatihan

Untuk artikel pelatihan, penulis sebaiknya menjelaskan:

  • analisis kebutuhan;
  • materi;
  • metode;
  • peserta;
  • proses praktik;
  • evaluasi;
  • dan hasil.

Hindari artikel yang hanya menyatakan bahwa “peserta sangat antusias”.

37. Artikel Pendampingan UMKM

Jika program melibatkan UMKM, hasil dapat diukur melalui:

  • peningkatan keterampilan;
  • kualitas kemasan;
  • pembukuan;
  • penggunaan marketplace;
  • digital marketing;
  • perizinan;
  • produktivitas;
  • atau indikator bisnis lainnya.

Klaim peningkatan omzet harus didukung data.

38. Artikel Teknologi Informasi

Untuk penerapan aplikasi, website, sistem informasi, atau teknologi digital, penulis harus menunjukkan bahwa teknologi:

  • benar-benar diterapkan;
  • digunakan mitra;
  • diuji;
  • dan memberikan manfaat.

Artikel pembuatan aplikasi yang belum pernah diterapkan kepada masyarakat lebih sesuai untuk jurnal penelitian/teknologi, bukan GOLMAS.

39. Artikel Kesehatan

Untuk kegiatan kesehatan, penulis harus menjelaskan:

  • kompetensi pelaksana;
  • sasaran;
  • metode;
  • instrumen;
  • etika;
  • dan hasil.

Klaim kesehatan harus proporsional dengan jenis kegiatan dan data yang diperoleh.

40. Kesimpulan

Kesimpulan harus menjawab tujuan kegiatan dan menjelaskan hasil utama.

Kesimpulan dapat mencakup:

  • perubahan yang dicapai;
  • manfaat;
  • keterbatasan;
  • keberlanjutan;
  • dan rekomendasi tindak lanjut.

Hindari kesimpulan yang hanya mengatakan:

“Kegiatan berjalan lancar dan peserta antusias.”

41. Keterbatasan

Penulis dianjurkan menyampaikan keterbatasan apabila relevan, misalnya:

  • jumlah peserta terbatas;
  • evaluasi jangka pendek;
  • lokasi hanya satu komunitas;
  • waktu pendampingan singkat;
  • atau belum tersedianya evaluasi jangka panjang.

Transparansi keterbatasan justru memperkuat kualitas artikel.

42. Ucapan Terima Kasih

Ucapan terima kasih dapat diberikan kepada:

  • mitra;
  • lembaga pendanaan;
  • pemerintah;
  • komunitas;
  • institusi;
  • atau pihak lain

yang mendukung kegiatan tetapi tidak memenuhi kriteria kepengarangan.

43. Pendanaan

Jika kegiatan memperoleh pendanaan, sumber pendanaan harus disebutkan.

Contoh:

Pendanaan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh [nama lembaga] melalui skema [nama program/nomor kontrak jika tersedia].

44. Konflik Kepentingan

Penulis harus mengungkapkan konflik kepentingan jika ada.

Contoh jika tidak ada:

Konflik Kepentingan: Penulis menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan dalam pelaksanaan kegiatan dan publikasi artikel ini.

45. Tabel

Tabel harus:

  • memiliki nomor;
  • memiliki judul;
  • dirujuk dalam teks;
  • menyajikan informasi yang relevan;
  • dan mencantumkan sumber jika diperlukan.

Tabel sangat berguna untuk menunjukkan:

  • kondisi awal;
  • hasil evaluasi;
  • perbandingan pre-post;
  • indikator keberhasilan;
  • atau luaran kegiatan.

46. Gambar

Gambar harus:

  • memiliki kualitas yang memadai;
  • diberi nomor dan caption;
  • dirujuk dalam teks;
  • dan digunakan secara proporsional.

Gambar tidak boleh sekadar menjadi album dokumentasi kegiatan.

47. Privasi dalam Dokumentasi

Foto peserta harus digunakan secara etis.

Khusus untuk:

  • anak;
  • kelompok rentan;
  • pasien;
  • atau kegiatan sensitif,

penulis harus memberikan perlindungan tambahan terhadap identitas.

48. Sitasi dan Referensi

GOLMAS menggunakan:

APA Style, 7th Edition

Semua sumber yang dikutip harus tercantum pada daftar pustaka dan dapat diverifikasi.

49. Referensi yang Disarankan

Penulis dianjurkan menggunakan referensi:

  • artikel jurnal;
  • hasil penelitian;
  • hasil pengabdian terdahulu;
  • buku akademik;
  • dokumen pemerintah;
  • kebijakan resmi;
  • atau sumber kredibel lainnya.

Referensi tidak boleh hanya terdiri dari website umum atau berita.

50. Similarity

Naskah dapat diperiksa menggunakan perangkat pemeriksa kesamaan.

GOLMAS menggunakan:

Similarity tidak lebih dari 25% sebagai indikator pemeriksaan awal.

Nilai tersebut bukan satu-satunya dasar untuk menentukan plagiarisme.

Editor tetap mempertimbangkan sumber dan konteks kemiripan.

51. Penggunaan AI

AI dapat digunakan secara bertanggung jawab untuk:

  • penyuntingan;
  • penerjemahan;
  • analisis;
  • pembuatan visual pendukung;
  • atau bantuan teknis.

Namun, AI tidak boleh digunakan untuk membuat:

  • kegiatan fiktif;
  • peserta fiktif;
  • foto kegiatan palsu;
  • hasil evaluasi palsu;
  • testimoni palsu;
  • referensi fiktif;
  • atau data palsu.

Penggunaan AI secara substansial harus diungkapkan apabila relevan.

52. Penyampaian Naskah

Artikel dikirim melalui sistem Open Journal Systems (OJS) GOLMAS.

Metadata harus diisi lengkap, termasuk:

  • judul;
  • abstrak;
  • kata kunci;
  • nama penulis;
  • afiliasi;
  • email;
  • dan referensi.

53. Proses Editorial

Secara umum artikel akan melalui:

Submission → Initial Editorial Check → Similarity Check → Double-Blind Peer Review → Revision → Editorial Decision → Copyediting → Production → Publication

Submission tidak menjamin artikel akan diterima.

54. Revisi

Penulis harus menjawab komentar reviewer secara sistematis.

Format yang disarankan:

Komentar Reviewer: ...
Tanggapan Penulis: ...
Perubahan: ...

Jika saran tidak diterapkan, penulis harus menjelaskan alasan akademiknya.

55. Keputusan Editorial

Keputusan dapat berupa:

  • Accept Submission
  • Revisions Required
  • Resubmit for Review
  • Resubmit Elsewhere
  • Decline Submission

Keputusan akhir berada pada Editor in Chief atau editor yang diberi kewenangan.

56. Checklist Sebelum Submission

Sebelum mengirim artikel, penulis sebaiknya memastikan:

  • kegiatan benar-benar telah dilaksanakan;
  • mitra jelas;
  • masalah mitra jelas;
  • metode pelaksanaan dijelaskan;
  • hasil tidak hanya berupa dokumentasi;
  • evaluasi tersedia;
  • klaim dampak sesuai bukti;
  • dokumentasi digunakan secara etis;
  • artikel telah dianonimkan;
  • referensi telah diverifikasi;
  • similarity diperiksa;
  • dan format telah mengikuti template GOLMAS.