..:: TEMPLATE JURNAL ::..
|
GOLPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Golan Journal of Islamic Religious Education) mendukung penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bertanggung jawab, transparan, etis, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam penelitian, penulisan ilmiah, pembelajaran, pengolahan data, penerjemahan, serta kegiatan akademik lainnya.
Kebijakan ini berlaku bagi penulis, reviewer/Mitra Bestari, editor, dan Dewan Editorial GOLPAI.
AI harus digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti tanggung jawab akademik manusia.
Penulis tetap bertanggung jawab penuh terhadap keakuratan informasi, orisinalitas, validitas data, ketepatan interpretasi, kebenaran referensi, perlindungan data peserta, integritas penelitian, serta seluruh isi artikel.
Sistem AI, chatbot, large language model, atau perangkat otomatis lainnya tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau co-author.
Kepengarangan hanya dapat diberikan kepada individu yang dapat bertanggung jawab terhadap isi artikel, menyetujui versi akhir, menjawab pertanyaan mengenai integritas penelitian, dan mempertanggungjawabkan karya secara akademik serta etis.
Penulis dapat menggunakan AI untuk membantu proses seperti pemeriksaan tata bahasa, penyuntingan, penerjemahan, transkripsi, analisis data, pembuatan kode, visualisasi, eksplorasi literatur, serta kegiatan teknis lain yang relevan.
Namun, seluruh keluaran AI harus diperiksa, diverifikasi, dan disunting oleh penulis.
AI tidak boleh diperlakukan sebagai sumber kebenaran akademik tanpa verifikasi.
Apabila AI digunakan secara substansial dalam penelitian atau penulisan, penggunaannya harus diungkapkan secara transparan.
Pengungkapan dapat menjelaskan nama alat, fungsi yang digunakan, bagian penelitian yang melibatkan AI, tujuan penggunaan, dan bagaimana hasil AI diverifikasi.
Contoh:
Pernyataan Penggunaan AI: Penulis menggunakan [nama sistem AI] untuk membantu [tujuan penggunaan]. Seluruh keluaran telah diperiksa dan diverifikasi oleh penulis. Penulis bertanggung jawab penuh atas seluruh isi artikel.
AI dapat digunakan untuk koreksi tata bahasa, pemeriksaan ejaan, peningkatan keterbacaan, dan penerjemahan.
Penggunaan tersebut tidak boleh mengubah data, hasil penelitian, substansi ilmiah, interpretasi, atau kesimpulan.
AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam penulisan, tetapi tidak boleh menggantikan analisis akademik penulis.
Penulis tetap harus memastikan bahwa argumentasi memiliki landasan ilmiah, sumber dapat diverifikasi, konsep Pendidikan Agama Islam digunakan secara tepat, dan kesimpulan berasal dari proses analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Apabila AI digunakan untuk membantu pencarian atau penjelasan ayat Al-Qur'an, penulis wajib melakukan verifikasi terhadap sumber yang sah.
Penulis harus memeriksa ketepatan:
AI tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menetapkan makna ayat.
AI dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat mengenai Hadis.
Karena itu, penulis wajib memverifikasi:
Kutipan Hadis yang diperoleh dari AI tidak boleh dimasukkan ke artikel tanpa pemeriksaan terhadap sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jika AI digunakan untuk membantu menjelaskan:
penulis tetap harus menggunakan sumber primer dan literatur akademik yang dapat diverifikasi.
AI tidak boleh menggantikan sumber ilmiah yang relevan.
Penulis wajib memverifikasi setiap referensi yang diperoleh melalui AI.
Referensi harus:
Referensi fiktif, DOI palsu, judul palsu, atau sumber yang tidak dapat diverifikasi tidak dapat diterima.
AI dapat digunakan dalam penelitian mengenai:
Namun, penulis harus memastikan bahwa penggunaan AI memiliki tujuan pedagogis yang jelas dan tidak hanya digunakan karena faktor teknologi.
AI dapat membantu membuat:
Namun, materi harus diperiksa oleh manusia untuk memastikan:
Penggunaan AI untuk membantu menilai hasil belajar harus dilakukan secara hati-hati.
Penulis harus menjelaskan apabila AI digunakan untuk:
Keputusan penting terkait peserta didik tidak sebaiknya sepenuhnya diserahkan kepada sistem otomatis tanpa pengawasan manusia.
Data siswa, santri, atau peserta didik harus dilindungi.
Penulis tidak diperkenankan memasukkan data pribadi atau sensitif ke layanan AI eksternal tanpa perlindungan yang memadai.
Data sensitif dapat mencakup nama, nomor induk, alamat, nilai individual, informasi keluarga, foto, rekaman suara, data keagamaan, dan informasi pribadi lainnya.
Jika penelitian melibatkan anak atau remaja, penggunaan AI harus mempertimbangkan tingkat risiko yang lebih tinggi.
Penulis harus memperhatikan privasi, persetujuan, keamanan data, anonimisasi, serta kemungkinan data disimpan atau digunakan kembali oleh penyedia layanan AI.
Data internal dari madrasah, pesantren, sekolah, atau lembaga pendidikan tidak boleh dimasukkan ke layanan AI eksternal apabila terdapat risiko pelanggaran kerahasiaan.
Penulis harus memastikan bahwa izin penggunaan data memungkinkan proses analisis yang dilakukan.
AI dapat membantu:
Namun, penulis harus memeriksa hasilnya karena AI dapat:
AI dapat membantu analisis statistik atau penulisan kode.
Namun, penulis tetap bertanggung jawab terhadap:
AI tidak boleh digunakan untuk memanipulasi hasil agar sesuai dengan hipotesis.
Dalam PTK, AI dapat digunakan untuk membantu analisis atau pengembangan media pembelajaran.
Namun, AI tidak boleh digunakan untuk:
Pada penelitian pengembangan, AI dapat menjadi bagian dari produk yang dikembangkan.
Apabila demikian, penulis harus menjelaskan:
AI dapat digunakan untuk membuat ilustrasi atau visual pendukung apabila relevan.
Namun, AI tidak boleh digunakan untuk:
Penggunaan visual AI secara substansial harus diungkapkan apabila relevan.
AI dapat digunakan membantu penerjemahan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, atau bahasa lainnya.
Namun, istilah yang memiliki makna khusus dalam Pendidikan Agama Islam harus diverifikasi oleh penulis.
Kesalahan terjemahan dapat mengubah makna konsep akademik maupun keagamaan.
AI tidak boleh digunakan untuk menghasilkan:
Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap integritas akademik.
Reviewer wajib menjaga kerahasiaan naskah.
Reviewer tidak diperkenankan mengunggah manuskrip, data, tabel, gambar, atau bagian substansial naskah ke layanan AI eksternal apabila tindakan tersebut berpotensi menyebabkan kebocoran informasi.
AI tidak boleh menggantikan pertimbangan akademik reviewer.
Reviewer tetap bertanggung jawab penuh terhadap isi review dan rekomendasi yang diberikan.
Editor dapat menggunakan AI untuk membantu kegiatan administratif atau teknis sepanjang tidak mengurangi kerahasiaan dan independensi proses editorial.
Keputusan seperti pemilihan reviewer, penilaian konflik kepentingan, penerimaan, penolakan, atau penanganan pelanggaran etika tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada AI.
Keputusan akhir harus dibuat oleh manusia.
Naskah yang belum diterbitkan merupakan dokumen rahasia.
Editor dan reviewer tidak boleh memasukkan naskah ke layanan AI yang tidak memberikan perlindungan data dan kerahasiaan yang memadai.
AI dapat menghasilkan:
Penulis harus mengevaluasi hasil AI secara kritis dan tidak menganggap AI selalu netral atau benar.
Apabila ditemukan indikasi penggunaan AI yang tidak transparan atau tidak etis, Dewan Editorial dapat meminta klarifikasi kepada penulis.
Penulis dapat diminta menjelaskan alat yang digunakan, fungsi AI, bagian artikel yang dibantu AI, serta cara verifikasi dilakukan.
Apabila AI digunakan untuk:
GOLPAI dapat melakukan:
Penggunaan AI tidak mengalihkan tanggung jawab akademik kepada teknologi.
Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas seluruh isi artikel, termasuk bagian yang ditulis, diterjemahkan, dianalisis, atau disunting dengan bantuan AI.
GOLPAI mendorong penggunaan kecerdasan buatan yang transparan, kritis, bertanggung jawab, etis, dan tetap berada di bawah pengawasan manusia.
E-Journal Portal Manage by
PT. Golan Digital Kreatif
Jalan Manyar II RT.002 RW.011, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, DKI Jakarta