Panduan Penulisan

GOLPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Golan Journal of Islamic Religious Education) merupakan jurnal ilmiah peer-reviewed dan open access yang diterbitkan oleh PT Golan Digital Kreatif melalui Golan Publisher.

GOLPAI menerima artikel ilmiah dalam bidang Pendidikan Agama Islam, pendidikan Islam, pedagogi, kurikulum, pembelajaran, pendidikan karakter, teknologi pendidikan, manajemen pendidikan Islam, serta kajian lain yang relevan.

Naskah harus merupakan karya ilmiah orisinal, belum pernah dipublikasikan, dan tidak sedang dalam proses evaluasi pada jurnal lain.

1. Bahasa Naskah

Naskah dapat ditulis dalam:

  • Bahasa Indonesia; atau
  • Bahasa Inggris.

Bahasa harus ilmiah, jelas, sistematis, dan sesuai kaidah akademik.

Penulis bertanggung jawab terhadap tata bahasa, ejaan, konsistensi istilah, serta keterbacaan naskah.

2. Judul Artikel

Judul harus:

  • singkat dan informatif;
  • mencerminkan substansi penelitian;
  • menggambarkan objek, masalah, pendekatan, atau kontribusi penelitian;
  • menghindari singkatan yang tidak umum;
  • dan maksimal 14 kata.

3. Nama Penulis dan Afiliasi

Informasi penulis meliputi:

  • nama lengkap;
  • program studi atau departemen;
  • institusi;
  • negara;
  • alamat email aktif;
  • penulis korespondensi;
  • dan ORCID apabila tersedia.

Seluruh penulis harus memiliki kontribusi akademik yang nyata.

Karena GOLPAI menerapkan double-blind peer review, naskah untuk proses review harus dianonimkan apabila dipersyaratkan oleh sistem editorial.

Identitas lengkap seluruh penulis tetap dimasukkan pada metadata OJS.

4. Abstrak

Artikel harus memiliki abstrak dalam:

  • Bahasa Indonesia; dan
  • Bahasa Inggris.

Abstrak terdiri atas 100–250 kata dalam satu paragraf.

Abstrak sebaiknya memuat:

  • latar belakang singkat;
  • tujuan penelitian;
  • metode;
  • hasil utama;
  • dan kesimpulan.

Abstrak diikuti 3–5 kata kunci.

5. Pendahuluan

Pendahuluan harus menjelaskan dasar akademik penelitian.

Bagian ini dapat memuat:

  • latar belakang;
  • permasalahan pendidikan;
  • konteks Pendidikan Agama Islam;
  • kajian penelitian terdahulu;
  • kesenjangan penelitian (research gap);
  • kebaruan;
  • rumusan masalah atau pertanyaan penelitian;
  • tujuan;
  • dan kontribusi penelitian.

Pendahuluan harus didukung referensi ilmiah yang relevan.

6. Tinjauan Pustaka atau Kerangka Teoretis

Apabila diperlukan, artikel dapat memiliki bagian khusus tinjauan pustaka atau kerangka teoretis.

Bagian ini dapat membahas:

  • teori pendidikan;
  • pedagogi Islam;
  • teori pembelajaran;
  • kurikulum;
  • pendidikan karakter;
  • pendidikan akhlak;
  • manajemen pendidikan Islam;
  • teknologi pendidikan;
  • maupun teori lain yang relevan.

Tinjauan pustaka tidak cukup hanya berupa kumpulan kutipan, tetapi harus menunjukkan hubungan antarsumber dan posisi penelitian.

7. Metode Penelitian

Metode harus menjelaskan secara jelas bagaimana penelitian dilakukan.

GOLPAI menerima pendekatan seperti:

  • kuantitatif;
  • kualitatif;
  • mixed methods;
  • Penelitian Tindakan Kelas;
  • Research and Development;
  • studi kasus;
  • survei;
  • eksperimen;
  • quasi-eksperimen;
  • fenomenologi;
  • etnografi;
  • analisis dokumen;
  • evaluasi program;
  • dan studi kepustakaan.

Bagian metode dapat mencakup:

  • jenis dan desain penelitian;
  • lokasi dan waktu;
  • populasi dan sampel;
  • informan atau partisipan;
  • teknik sampling;
  • instrumen;
  • teknik pengumpulan data;
  • prosedur penelitian;
  • teknik validasi;
  • teknik analisis;
  • dan pertimbangan etika.

8. Penelitian Tindakan Kelas

Untuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penulis sebaiknya menjelaskan:

  • kondisi awal;
  • masalah pembelajaran;
  • subjek penelitian;
  • tindakan yang dilakukan;
  • jumlah siklus;
  • tahap perencanaan;
  • tindakan;
  • observasi;
  • refleksi;
  • indikator keberhasilan;
  • serta perubahan pada setiap siklus.

Hasil PTK tidak cukup hanya menunjukkan peningkatan nilai, tetapi harus membahas makna pedagogis dari perubahan yang terjadi.

9. Penelitian dan Pengembangan

Untuk penelitian Research and Development, penulis harus menjelaskan:

  • model pengembangan yang digunakan;
  • tahapan pengembangan;
  • validasi ahli;
  • uji coba;
  • evaluasi produk;
  • dan hasil kelayakan atau efektivitas.

Produk dapat berupa:

  • media pembelajaran;
  • modul;
  • bahan ajar;
  • aplikasi;
  • model pembelajaran;
  • atau perangkat pendidikan lainnya.

10. Penelitian Pembelajaran PAI

Artikel pembelajaran PAI dapat berkaitan dengan:

  • Al-Qur'an dan Hadis;
  • Akidah Akhlak;
  • Fikih;
  • Sejarah Kebudayaan Islam;
  • kurikulum PAI;
  • metode pembelajaran;
  • evaluasi;
  • media pembelajaran;
  • dan inovasi pembelajaran.

Penelitian harus menggunakan pendekatan ilmiah dan tidak hanya menyajikan uraian normatif.

11. Penggunaan Al-Qur'an dan Hadis

Apabila artikel menggunakan Al-Qur'an atau Hadis, penulis harus:

  • memastikan ketepatan kutipan;
  • mencantumkan surah dan ayat;
  • mencantumkan sumber hadis secara memadai;
  • menggunakan terjemahan yang dapat dipertanggungjawabkan;
  • dan membedakan antara teks sumber, interpretasi, dan analisis.

Kutipan keagamaan tidak menggantikan kebutuhan terhadap metode dan argumentasi akademik.

12. Penelitian di Sekolah, Madrasah, dan Pesantren

Penelitian yang dilakukan pada:

  • sekolah;
  • madrasah;
  • pesantren;
  • perguruan tinggi;
  • atau lembaga pendidikan Islam

harus menjelaskan konteks penelitian secara memadai.

Izin institusional harus diperoleh apabila diperlukan.

13. Penelitian yang Melibatkan Anak dan Remaja

Apabila penelitian melibatkan peserta di bawah umur, penulis harus memperhatikan:

  • perlindungan identitas;
  • privasi;
  • keamanan peserta;
  • persetujuan orang tua atau wali apabila diperlukan;
  • dan persetujuan etik apabila diwajibkan.

Informasi yang dapat mengidentifikasi anak tidak boleh dipublikasikan secara sembarangan.

14. Hasil Penelitian

Bagian hasil harus menyajikan temuan secara jelas dan sistematis.

Hasil dapat berupa:

  • narasi;
  • tabel;
  • grafik;
  • gambar;
  • hasil statistik;
  • hasil wawancara;
  • tema kualitatif;
  • hasil observasi;
  • atau bentuk lain yang relevan.

Hindari pengulangan data yang sama secara berlebihan.

15. Pembahasan

Pembahasan harus:

  • menginterpretasikan hasil;
  • menjawab pertanyaan penelitian;
  • membandingkan dengan penelitian sebelumnya;
  • menghubungkan hasil dengan teori;
  • menjelaskan kontribusi;
  • membahas implikasi;
  • dan menjelaskan keterbatasan apabila relevan.

Pembahasan tidak boleh hanya mengulang hasil penelitian.

16. Kesimpulan

Kesimpulan harus:

  • menjawab tujuan penelitian;
  • merangkum temuan utama;
  • menjelaskan kontribusi;
  • tidak memasukkan pembahasan baru;
  • dan dapat memuat rekomendasi.

17. Ucapan Terima Kasih

Penulis dapat mencantumkan ucapan terima kasih kepada pihak yang memberikan dukungan tetapi tidak memenuhi kriteria sebagai penulis.

Sumber pendanaan dapat disebutkan pada bagian ini atau bagian khusus sesuai template.

18. Konflik Kepentingan

Penulis harus mengungkapkan konflik kepentingan apabila ada.

Apabila tidak terdapat konflik kepentingan, dapat digunakan:

Penulis menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan terkait penelitian dan publikasi artikel ini.

19. Pernyataan Ketersediaan Data

Artikel penelitian dianjurkan mencantumkan Pernyataan Ketersediaan Data apabila relevan.

Contoh:

Data yang mendukung temuan penelitian ini tersedia dari penulis korespondensi berdasarkan permintaan yang wajar.

Apabila data tidak dapat dibagikan karena alasan privasi, etika, atau kerahasiaan, alasan tersebut dapat dijelaskan secara singkat.

20. Daftar Pustaka

GOLPAI menggunakan APA Style 7th Edition.

Daftar pustaka harus:

  • memuat hanya sumber yang dikutip;
  • ditulis secara konsisten;
  • menggunakan sumber akademik yang dapat diverifikasi;
  • mengutamakan sumber primer dan mutakhir;
  • dan mencantumkan DOI atau URL apabila relevan.

Penulis dianjurkan menggunakan:

  • Mendeley;
  • Zotero;
  • EndNote;
  • atau aplikasi manajemen referensi lainnya.

21. Sumber Keislaman dan Akademik

Penulis dianjurkan menggunakan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan seperti:

  • Al-Qur'an;
  • Hadis;
  • kitab ilmiah;
  • jurnal;
  • buku akademik;
  • karya ulama;
  • tafsir;
  • literatur pendidikan;
  • dan sumber ilmiah lainnya.

Sumber seperti blog, media sosial, atau materi populer sebaiknya tidak dijadikan dasar utama argumentasi akademik.

22. Format Naskah

Ketentuan umum:

  • ukuran kertas: A4;
  • margin atas dan kiri: 3 cm;
  • margin kanan dan bawah: 2 cm;
  • font: Times New Roman;
  • ukuran: 10 pt;
  • spasi: 1,0;
  • panjang: 6–12 halaman termasuk tabel, gambar, dan referensi;
  • mengikuti template resmi GOLPAI.

Apabila terdapat perbedaan antara panduan umum ini dengan template, template resmi GOLPAI menjadi acuan utama.

23. Tabel dan Gambar

Tabel, gambar, grafik, dan ilustrasi harus:

  • diberi nomor;
  • memiliki judul atau keterangan;
  • disebutkan dalam teks;
  • memiliki kualitas yang memadai;
  • dan mencantumkan sumber apabila berasal dari pihak lain.

Foto peserta didik atau kegiatan pendidikan harus memperhatikan privasi dan izin.

24. Orisinalitas dan Similarity

Naskah harus orisinal dan bebas dari plagiarisme.

GOLPAI menggunakan tingkat kesamaan tidak lebih dari 25% sebagai indikator pemeriksaan awal.

Namun, similarity bukan satu-satunya dasar untuk menentukan plagiarisme.

Editor akan mempertimbangkan:

  • sumber kesamaan;
  • konteks;
  • pola kemiripan;
  • kutipan;
  • dan atribusi.

25. Penggunaan Kecerdasan Buatan

AI dapat digunakan sebagai alat bantu secara bertanggung jawab.

AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis.

Jika penggunaan AI bersifat substansial, penulis harus mengungkapkannya.

Penulis wajib memverifikasi:

  • isi;
  • referensi;
  • kutipan;
  • terjemahan;
  • analisis;
  • dan keluaran AI lainnya.

AI tidak boleh digunakan untuk menghasilkan:

  • referensi palsu;
  • data palsu;
  • kutipan palsu;
  • responden fiktif;
  • atau hasil penelitian yang direkayasa.

26. Pengiriman Naskah

Naskah dikirim melalui sistem Open Journal Systems (OJS) GOLPAI.

Penulis wajib:

  • melakukan registrasi;
  • mengisi metadata;
  • mencantumkan seluruh penulis;
  • mengunggah naskah sesuai template;
  • mengisi judul, abstrak, dan kata kunci;
  • memastikan anonimisasi untuk double-blind review;
  • dan mengunggah dokumen tambahan apabila dipersyaratkan.

27. Pemeriksaan Awal

Sebelum masuk ke proses peer review, editor dapat memeriksa:

  • kesesuaian fokus dan ruang lingkup;
  • struktur artikel;
  • kualitas dasar akademik;
  • metode;
  • referensi;
  • similarity;
  • kepatuhan terhadap etika;
  • dan kesesuaian template.

Naskah yang belum memenuhi ketentuan dapat dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki.