..:: TEMPLATE JURNAL ::..
|
GOLTEO: Jurnal Teologi (Golan Journal of Theology) mendukung penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bertanggung jawab, transparan, etis, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam penelitian, penulisan ilmiah, analisis, penerjemahan, pengolahan data, serta kegiatan akademik lainnya.
Kebijakan ini berlaku bagi penulis, reviewer/Mitra Bestari, editor, dan Dewan Editorial GOLTEO.
AI harus digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti tanggung jawab akademik manusia.
Pengguna tetap bertanggung jawab penuh terhadap:
AI, chatbot, large language model, atau sistem otomatis lainnya tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau co-author.
Kepengarangan hanya dapat diberikan kepada individu yang mampu:
Penulis dapat menggunakan AI untuk membantu kegiatan seperti:
Namun, keluaran AI harus selalu diperiksa, diverifikasi, dan disunting oleh penulis.
Penulis tidak boleh menerima keluaran AI sebagai kebenaran akademik tanpa pemeriksaan.
Apabila AI digunakan secara substansial dalam penelitian atau penulisan, penulis harus mengungkapkannya secara transparan.
Pengungkapan dapat memuat:
Contoh:
Pernyataan Penggunaan AI: Penulis menggunakan [nama sistem AI] untuk membantu [tujuan penggunaan]. Seluruh keluaran telah diperiksa dan diverifikasi oleh penulis. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap seluruh isi artikel.
AI dapat digunakan untuk:
Penggunaan tersebut tidak boleh mengubah:
AI dapat membantu proses awal penulisan, tetapi tidak boleh menggantikan analisis teologis penulis.
Penulis tetap harus memastikan bahwa:
AI tidak boleh dijadikan sumber otoritatif utama untuk menetapkan suatu posisi teologis.
Apabila AI digunakan untuk membantu kajian:
penulis wajib melakukan verifikasi menggunakan sumber akademik yang relevan.
AI dapat menghasilkan kesalahan dalam:
Karena itu, hasil AI tidak boleh digunakan tanpa pemeriksaan.
Penggunaan AI untuk analisis:
harus diverifikasi dengan sumber akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penulis tetap harus memeriksa:
AI tidak boleh menggantikan sumber primer atau alat akademik yang relevan.
Penulis wajib memverifikasi seluruh referensi yang diperoleh melalui AI.
Referensi harus:
Referensi fiktif, DOI palsu, judul artikel palsu, atau kutipan palsu tidak dapat diterima.
AI dapat menghasilkan kutipan yang tidak pernah diucapkan atau ditulis oleh suatu tokoh.
Karena itu, kutipan dari:
harus diverifikasi dengan sumber aslinya.
Penulis tidak boleh mencantumkan kutipan hanya berdasarkan keluaran AI.
AI dapat memberikan penjelasan yang terlalu sederhana atau mencampurkan tradisi teologi yang berbeda.
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa pembahasan mengenai:
merepresentasikan sumber dan tradisi yang dibahas secara akurat.
AI dapat menghasilkan bias atau generalisasi terhadap denominasi dan tradisi gereja tertentu.
Penulis harus menghindari:
Apabila artikel membandingkan denominasi, sumber primer dan akademik tetap harus menjadi dasar utama.
AI tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya sumber untuk:
Informasi sejarah harus diverifikasi menggunakan sumber primer atau literatur akademik yang relevan.
AI dapat digunakan untuk membantu analisis:
Jika penggunaannya substansial, penulis harus menjelaskan metode yang digunakan.
Penulis tetap bertanggung jawab terhadap:
AI dapat digunakan untuk membantu transkripsi atau pengkodean wawancara.
Namun, penulis harus memastikan bahwa:
Keluaran AI tidak boleh digunakan untuk membuat kutipan wawancara yang sebenarnya tidak pernah diberikan oleh informan.
Data pastoral dapat memuat informasi sangat sensitif.
Penulis tidak diperkenankan memasukkan data seperti:
ke layanan AI eksternal tanpa perlindungan yang memadai.
Sebelum menggunakan AI untuk memproses data penelitian, penulis harus mempertimbangkan:
Jika memungkinkan, data harus dianonimkan atau dipseudonimkan.
AI dapat digunakan untuk membuat visual atau ilustrasi pendukung apabila relevan.
Namun, AI tidak boleh digunakan untuk:
Visual berbasis AI yang digunakan secara substansial harus diungkapkan apabila relevan.
AI dapat digunakan untuk membantu terjemahan, tetapi penulis harus memeriksa istilah yang memiliki makna teologis khusus.
Kesalahan terjemahan dapat mengubah arti konsep seperti:
Terjemahan tetap menjadi tanggung jawab penulis.
Penulis tidak boleh menggunakan AI untuk menghasilkan kutipan Alkitab tanpa melakukan verifikasi terhadap versi yang disebutkan.
Nomor ayat, teks, terjemahan, dan konteks harus diperiksa pada sumber yang sah.
AI tidak boleh digunakan untuk membuat “ayat” yang tidak terdapat dalam teks Alkitab.
AI tidak boleh digunakan untuk menghasilkan:
Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap integritas akademik.
Reviewer wajib menjaga kerahasiaan naskah.
Reviewer tidak diperkenankan mengunggah naskah atau bagian substansial naskah ke layanan AI eksternal apabila hal tersebut dapat menyebabkan kebocoran informasi.
Reviewer tetap bertanggung jawab penuh terhadap:
AI tidak boleh menggantikan pertimbangan ilmiah reviewer.
Editor dapat menggunakan AI untuk membantu kegiatan administratif atau teknis sepanjang tidak mengurangi kerahasiaan dan independensi editorial.
Keputusan seperti:
tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada AI.
Keputusan final harus dibuat oleh manusia, khususnya editor yang berwenang.
Naskah yang belum diterbitkan adalah dokumen rahasia.
Editor dan reviewer tidak boleh mengunggah:
ke layanan AI yang tidak memiliki jaminan kerahasiaan yang memadai.
AI dapat menghasilkan bias berdasarkan data pelatihannya.
Dalam konteks teologi, bias dapat muncul terhadap:
Penulis harus mengevaluasi keluaran AI secara kritis dan tidak menganggapnya netral secara otomatis.
Dewan Editorial dapat meminta penulis memberikan klarifikasi apabila terdapat indikasi penggunaan AI yang tidak transparan atau tidak etis.
Penulis dapat diminta menjelaskan:
Apabila ditemukan indikasi bahwa AI digunakan untuk:
GOLTEO dapat melakukan:
Penggunaan AI tidak mengalihkan tanggung jawab dari manusia kepada teknologi.
Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas seluruh isi artikel, termasuk bagian yang dibuat, diterjemahkan, dianalisis, atau disunting dengan bantuan AI.
GOLTEO mendorong penggunaan AI yang transparan, bertanggung jawab, kritis, etis, dan tetap berada di bawah pengawasan manusia.
E-Journal Portal Manage by
PT. Golan Digital Kreatif
Jalan Manyar II RT.002 RW.011, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, DKI Jakarta