Kebijakan Penarikan, Pencabutan, dan Koreksi Artikel

GOLTEO: Jurnal Teologi (Golan Journal of Theology) berkomitmen menjaga keakuratan, transparansi, dan integritas rekam ilmiah.

Apabila ditemukan kesalahan, pelanggaran etika, persoalan integritas data, masalah kepengarangan, atau permasalahan serius lainnya sebelum maupun setelah publikasi, GOLTEO dapat melakukan penarikan naskah, koreksi, Expression of Concern, atau pencabutan artikel (retraction) sesuai dengan tingkat masalah yang ditemukan.

1. Prinsip Umum

Setiap tindakan editorial terhadap artikel dilakukan berdasarkan prinsip:

  • objektivitas;
  • transparansi;
  • keadilan;
  • proporsionalitas;
  • keterlacakan;
  • perlindungan terhadap pihak yang terlibat;
  • dan pemeliharaan integritas rekam ilmiah.

Keputusan tidak semata-mata didasarkan pada tuduhan, melainkan melalui pemeriksaan dan evaluasi bukti yang tersedia.

2. Penarikan Naskah Sebelum Publikasi

Penulis dapat mengajukan penarikan naskah sebelum artikel diterbitkan.

Permohonan harus disampaikan secara resmi melalui OJS atau kanal komunikasi resmi jurnal dan menjelaskan alasan penarikan.

Penarikan dapat dipertimbangkan apabila:

  • ditemukan kesalahan substansial;
  • terdapat masalah data;
  • terdapat masalah kepengarangan;
  • terdapat persoalan etika;
  • terdapat pengajuan ganda yang perlu diselesaikan;
  • atau terdapat alasan akademik lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

3. Penarikan Setelah Proses Review Dimulai

Apabila naskah telah memasuki proses peer review, penulis tetap dapat mengajukan penarikan.

Namun, penulis harus memberikan alasan yang jelas karena proses tersebut telah melibatkan waktu editor dan reviewer.

Penarikan tidak boleh digunakan untuk:

  • menghindari revisi;
  • menghindari kritik akademik;
  • atau memindahkan naskah ke jurnal lain tanpa menyelesaikan proses secara resmi.

4. Koreksi Artikel

Koreksi dapat diterbitkan apabila ditemukan kesalahan yang tidak membatalkan validitas utama penelitian.

Contoh kesalahan yang dapat memerlukan koreksi:

  • kesalahan nama penulis;
  • kesalahan afiliasi;
  • kesalahan angka;
  • kesalahan tabel atau gambar;
  • kesalahan referensi;
  • kesalahan kutipan;
  • kesalahan terjemahan;
  • atau kesalahan editorial.

5. Author Correction dan Publisher Correction

Koreksi dapat dibedakan menjadi:

Author Correction, apabila kesalahan berasal dari penulis.

Publisher Correction, apabila kesalahan terjadi dalam proses editorial atau produksi.

Koreksi akan dijelaskan secara transparan dan, apabila memungkinkan, ditautkan dengan artikel asli.

6. Koreksi dalam Artikel Teologi

Dalam artikel teologi, koreksi dapat diperlukan apabila ditemukan:

  • salah kutip sumber teologi;
  • kesalahan nomor ayat;
  • kesalahan versi Alkitab;
  • kesalahan nama tokoh;
  • kesalahan tanggal sejarah;
  • kesalahan istilah bahasa asli;
  • kesalahan transliterasi;
  • atau kekeliruan informasi yang dapat memengaruhi pembacaan artikel.

Jika kesalahan tidak mengubah kesimpulan utama, koreksi lebih tepat daripada pencabutan.

7. Expression of Concern

GOLTEO dapat menerbitkan Expression of Concern apabila terdapat dugaan serius terhadap integritas artikel tetapi proses pemeriksaan belum selesai atau bukti belum cukup untuk menentukan tindakan akhir.

Hal ini dapat dilakukan apabila terdapat dugaan:

  • fabrikasi;
  • falsifikasi;
  • plagiarisme;
  • manipulasi data;
  • masalah kepengarangan;
  • pelanggaran etika;
  • pelanggaran privasi;
  • atau masalah serius lain.

8. Pencabutan Artikel

Artikel dapat dicabut apabila ditemukan bukti bahwa artikel tidak lagi dapat dipercaya atau terdapat pelanggaran serius terhadap integritas penelitian dan publikasi.

Alasan pencabutan dapat meliputi:

  • fabrikasi data;
  • falsifikasi;
  • manipulasi hasil;
  • plagiarisme serius;
  • publikasi ganda;
  • pelanggaran hak cipta;
  • penggunaan data tanpa izin;
  • pelanggaran privasi;
  • pelanggaran etika penelitian;
  • konflik kepentingan serius yang tidak diungkapkan;
  • atau kesalahan besar yang membuat hasil dan kesimpulan tidak lagi dapat dipercaya.

9. Kesalahan Jujur

Pencabutan tidak selalu menunjukkan pelanggaran etika.

Artikel dapat dicabut apabila ditemukan kesalahan ilmiah besar yang terjadi secara tidak sengaja tetapi menyebabkan temuan atau kesimpulan menjadi tidak dapat dipercaya.

Dalam kasus seperti ini, pemberitahuan pencabutan akan menjelaskan alasan secara proporsional.

10. Perbedaan Teologis Bukan Alasan Pencabutan

GOLTEO tidak mencabut artikel hanya karena adanya perbedaan teologi, denominasi, doktrin, tradisi gerejawi, atau pendekatan hermeneutika.

Perbedaan akademik merupakan bagian dari diskursus ilmiah.

Pencabutan hanya dilakukan apabila terdapat persoalan seperti:

  • pelanggaran integritas;
  • kesalahan serius;
  • penyalahgunaan data;
  • plagiarisme;
  • atau masalah etika lainnya.

11. Kesalahan Interpretasi Teologis

Perbedaan interpretasi tidak secara otomatis menjadi kesalahan yang memerlukan pencabutan.

Namun, apabila artikel:

  • mengutip sumber secara palsu;
  • memanipulasi sumber;
  • membuat kutipan tokoh yang tidak pernah ada;
  • menggunakan data palsu;
  • atau merekayasa referensi,

maka tindakan editorial dapat dilakukan.

12. Kesalahan Teks Alkitab

Jika kesalahan terhadap teks Alkitab terbatas pada:

  • nomor ayat;
  • ejaan;
  • versi terjemahan;
  • transliterasi;
  • atau kutipan minor,

koreksi dapat dilakukan.

Apabila kesalahan tersebut menyebabkan keseluruhan argumentasi menjadi tidak valid, Dewan Editorial dapat mempertimbangkan tindakan yang lebih serius.

13. Sumber Historis yang Tidak Valid

Apabila artikel menggunakan sumber sejarah yang ternyata:

  • palsu;
  • dimanipulasi;
  • salah atribusi;
  • atau sengaja direkayasa,

Dewan Editorial dapat melakukan investigasi.

Tindakan dapat berupa koreksi, Expression of Concern, atau pencabutan sesuai tingkat dampaknya.

14. Masalah Penelitian Empiris

Untuk penelitian yang melibatkan jemaat, gereja, pendeta, komunitas, atau organisasi, tindakan editorial dapat dilakukan apabila ditemukan:

  • data palsu;
  • wawancara fiktif;
  • responden fiktif;
  • data dimanipulasi;
  • penggunaan data tanpa izin;
  • atau pelanggaran prosedur penelitian yang serius.

15. Pelanggaran Privasi

Artikel dapat dikenakan tindakan apabila mempublikasikan informasi sensitif tanpa perlindungan yang memadai, termasuk:

  • identitas jemaat;
  • data konseling;
  • pengalaman pribadi;
  • masalah keluarga;
  • kondisi psikologis;
  • informasi pelayanan internal;
  • atau data rahasia lainnya.

Dalam kondisi tertentu, penghapusan atau pembatasan bagian tertentu dapat dipertimbangkan demi perlindungan individu.

16. Masalah Kepengarangan

Apabila terdapat sengketa kepengarangan, GOLTEO dapat:

  • meminta klarifikasi;
  • meminta pernyataan dari seluruh penulis;
  • meminta bukti kontribusi;
  • menunda proses;
  • menerbitkan koreksi;
  • atau mengambil tindakan lain yang sesuai.

Jurnal akan menangani aspek yang berkaitan langsung dengan integritas publikasi.

17. Plagiarisme yang Ditemukan Setelah Publikasi

Apabila plagiarisme ditemukan setelah artikel diterbitkan, Dewan Editorial akan mengevaluasi tingkat dan dampaknya.

Tindakan dapat berupa:

  • koreksi;
  • Expression of Concern;
  • pencabutan artikel;
  • atau tindakan lain yang sesuai.

18. Penyalahgunaan AI

Artikel dapat dikenakan tindakan apabila AI digunakan untuk:

  • membuat data palsu;
  • membuat referensi palsu;
  • menghasilkan kutipan tokoh fiktif;
  • membuat wawancara fiktif;
  • membuat dokumentasi palsu;
  • atau menyamarkan plagiarisme.

Tindakan ditentukan berdasarkan tingkat pelanggaran.

19. Pemberitahuan Pencabutan

Apabila artikel dicabut, GOLTEO akan menerbitkan pemberitahuan pencabutan yang sedapat mungkin:

  • menyebutkan artikel yang dicabut;
  • menjelaskan alasan pencabutan;
  • menyebutkan pihak yang menginisiasi apabila relevan;
  • dan tetap tersedia sebagai bagian dari rekam ilmiah.

20. Status Artikel yang Dicabut

Artikel yang dicabut tidak boleh dihapus tanpa jejak.

Apabila sistem memungkinkan:

  • halaman artikel tetap tersedia;
  • status RETRACTED / DICABUT ditampilkan secara jelas;
  • metadata tetap dipertahankan;
  • dan pemberitahuan pencabutan ditautkan ke artikel.

21. Penghapusan Konten

Penghapusan artikel secara penuh hanya dipertimbangkan dalam keadaan luar biasa, misalnya apabila artikel:

  • menimbulkan risiko serius terhadap privasi;
  • mengandung informasi yang dilarang secara hukum;
  • melanggar hak pihak ketiga secara serius;
  • atau harus dihapus berdasarkan keputusan hukum yang sah.

Dalam keadaan normal, retraction lebih diutamakan daripada penghapusan total.

22. Laporan dari Pembaca atau Pihak Ketiga

GOLTEO menerima laporan mengenai dugaan kesalahan atau pelanggaran.

Laporan sebaiknya mencantumkan:

  • identitas artikel;
  • bagian yang dipermasalahkan;
  • alasan laporan;
  • dan bukti pendukung apabila tersedia.

Laporan anonim dapat dipertimbangkan apabila didukung bukti yang dapat diverifikasi.

23. Proses Evaluasi

Dewan Editorial dapat melakukan langkah berikut:

  1. pemeriksaan awal;
  2. permintaan klarifikasi kepada penulis;
  3. pemeriksaan data atau sumber;
  4. konsultasi dengan reviewer atau ahli;
  5. permintaan informasi dari institusi apabila diperlukan;
  6. evaluasi bukti;
  7. keputusan editorial.

24. Hak Penulis Memberikan Klarifikasi

Penulis akan diberikan kesempatan yang wajar untuk memberikan penjelasan.

Namun, tidak adanya respons tidak menghalangi jurnal mengambil tindakan apabila bukti yang tersedia sudah cukup kuat.

25. Hubungan dengan Institusi

Dalam kasus yang serius, GOLTEO dapat berkomunikasi dengan:

  • institusi penulis;
  • lembaga penelitian;
  • komite etik;
  • institusi gerejawi;
  • atau pihak berwenang lain yang relevan,

apabila informasi tersebut diperlukan untuk menyelesaikan investigasi.

26. Koreksi Metadata

Jika masalah hanya berkaitan dengan metadata seperti:

  • nama;
  • afiliasi;
  • ORCID;
  • judul;
  • atau informasi bibliografis,

koreksi dapat dilakukan tanpa mencabut artikel sepanjang substansi penelitian tidak terpengaruh.

27. Peran Editor dan Penerbit

Keputusan mengenai koreksi, Expression of Concern, atau pencabutan dilakukan oleh Dewan Editorial berdasarkan bukti yang tersedia.

PT Golan Digital Kreatif melalui Golan Publisher mendukung independensi Dewan Editorial dalam menjaga integritas ilmiah.

Penerbit tidak boleh menghalangi tindakan yang diperlukan hanya karena pertimbangan komersial, institusional, atau denominasi.

28. Tujuan Kebijakan

Kebijakan ini bertujuan untuk:

  • menjaga keakuratan rekam ilmiah;
  • melindungi pembaca;
  • melindungi partisipan penelitian;
  • menjaga kepercayaan terhadap jurnal;
  • menjamin transparansi;
  • dan mempertahankan integritas publikasi teologi.