Kebijakan Plagiarisme

GOLTEO: Jurnal Teologi (Golan Journal of Theology) berkomitmen menjaga orisinalitas, integritas akademik, dan kejujuran ilmiah dalam setiap artikel yang diterbitkan.

Setiap naskah yang dikirimkan harus merupakan karya asli penulis, belum pernah dipublikasikan dalam bentuk artikel yang sama atau secara substansial sama, dan tidak sedang dalam proses evaluasi pada jurnal lain.

GOLTEO tidak mentoleransi plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, publikasi ganda, maupun bentuk pelanggaran integritas akademik lainnya.

1. Pemeriksaan Similarity

Naskah yang dikirimkan ke GOLTEO dapat diperiksa menggunakan perangkat pemeriksa kesamaan (similarity checker) sebagai bagian dari proses editorial.

GOLTEO menetapkan tingkat kesamaan:

Tidak lebih dari 25% sebagai indikator pemeriksaan awal.

Namun, persentase similarity bukan satu-satunya dasar untuk menentukan plagiarisme.

Editor akan mempertimbangkan:

  • sumber kesamaan;
  • lokasi bagian yang memiliki kemiripan;
  • pola kesamaan;
  • penggunaan kutipan langsung;
  • penggunaan referensi;
  • konteks kemiripan;
  • atribusi yang diberikan;
  • serta sifat materi yang memiliki kesamaan.

Dengan demikian, naskah dengan similarity di bawah 25% tetap dapat diperiksa lebih lanjut apabila ditemukan indikasi plagiarisme pada bagian tertentu.

2. Tanggung Jawab Penulis

Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa:

  • seluruh gagasan pihak lain diberikan atribusi;
  • kutipan langsung diberi sumber dengan benar;
  • parafrasa tetap mencantumkan sumber;
  • data dan temuan pihak lain tidak diklaim sebagai milik sendiri;
  • tabel, gambar, dan ilustrasi memiliki sumber yang jelas;
  • materi teologis digunakan secara bertanggung jawab;
  • dan seluruh referensi dapat diverifikasi.

Penulis juga bertanggung jawab memastikan bahwa naskah tidak sedang diproses pada jurnal lain.

3. Bentuk Plagiarisme

Plagiarisme dapat mencakup:

  • menyalin teks tanpa mencantumkan sumber;
  • menggunakan ide pihak lain tanpa atribusi;
  • melakukan parafrasa tanpa sitasi;
  • menggunakan struktur argumentasi pihak lain secara substansial tanpa pengakuan;
  • menggunakan data pihak lain tanpa sumber;
  • menggunakan gambar atau tabel tanpa atribusi;
  • menerjemahkan tulisan pihak lain dan mengakuinya sebagai karya sendiri;
  • menggunakan karya yang telah diterbitkan sebelumnya tanpa pengungkapan;
  • serta mengklaim hasil penelitian orang lain sebagai hasil sendiri.

4. Plagiarisme dalam Artikel Teologi

Dalam artikel teologi, plagiarisme dapat terjadi melalui penggunaan tanpa atribusi terhadap:

  • buku teologi;
  • artikel jurnal;
  • komentar Alkitab;
  • disertasi atau tesis;
  • karya tokoh teologi;
  • dokumen gereja;
  • dokumen denominasi;
  • bahan kuliah;
  • makalah seminar;
  • materi pelayanan;
  • khotbah;
  • artikel daring;
  • dan sumber lainnya.

Status suatu sumber sebagai materi keagamaan tidak menghilangkan kewajiban untuk memberikan atribusi akademik.

5. Penggunaan Teks Alkitab

Kutipan Alkitab harus menyebutkan versi atau terjemahan yang digunakan apabila relevan.

Sebagai contoh:

Yohanes 3:16 (TB)

Penggunaan ayat Alkitab tidak secara otomatis dianggap plagiarisme apabila sumbernya dijelaskan dengan tepat.

Namun, interpretasi, penjelasan, atau analisis terhadap ayat yang berasal dari karya orang lain tetap harus diberikan sitasi.

6. Komentar Alkitab dan Literatur Teologi

Penulis tidak diperkenankan mengambil penjelasan dari:

  • komentar Alkitab;
  • buku teologi;
  • kamus teologi;
  • ensiklopedia;
  • jurnal;
  • atau sumber akademik lainnya

kemudian menyajikannya sebagai hasil interpretasi pribadi tanpa rujukan.

Apabila suatu pemikiran berasal dari penulis atau teolog lain, sumber tersebut harus disebutkan secara jelas.

7. Khotbah, Renungan, dan Materi Pelayanan

Apabila artikel menggunakan:

  • khotbah;
  • renungan;
  • bahan pelayanan;
  • materi seminar;
  • modul gereja;
  • materi pembinaan;
  • atau sumber tidak formal lainnya,

penulis tetap wajib memberikan atribusi apabila materi tersebut berasal dari pihak lain.

Materi yang tersedia secara daring tidak otomatis bebas digunakan tanpa sumber.

8. Terjemahan

Menerjemahkan karya pihak lain dari bahasa asing ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya tidak menjadikan karya tersebut sebagai karya asli penulis.

Jika teks, gagasan, atau argumentasi diterjemahkan dari sumber lain, sumber asli tetap harus dicantumkan.

9. Self-Plagiarism

Penggunaan kembali bagian substansial dari karya penulis sendiri yang telah diterbitkan sebelumnya tanpa sitasi atau pengungkapan yang memadai dapat dikategorikan sebagai self-plagiarism.

Penulis wajib memberikan rujukan apabila menggunakan kembali:

  • teks;
  • data;
  • tabel;
  • gambar;
  • argumentasi;
  • metode;
  • atau temuan

dari karya sendiri yang telah dipublikasikan.

10. Publikasi Ganda

Penulis tidak diperkenankan mengirimkan naskah yang sama atau secara substansial sama kepada lebih dari satu jurnal secara bersamaan.

Naskah juga tidak boleh diterbitkan kembali dalam jurnal lain tanpa pengungkapan, izin, dan dasar akademik yang sesuai.

Apabila ditemukan pengiriman atau publikasi ganda, GOLTEO dapat menghentikan proses editorial atau mengambil tindakan lebih lanjut.

11. Duplikasi dari Skripsi, Tesis, atau Disertasi

Artikel yang dikembangkan dari:

  • skripsi;
  • tesis;
  • disertasi;
  • laporan penelitian;
  • atau karya akademik sebelumnya

dapat dipertimbangkan untuk publikasi sepanjang artikel dikembangkan secara layak menjadi karya jurnal ilmiah.

Sumber asal penelitian sebaiknya diungkapkan apabila relevan.

Apabila karya akademik sebelumnya tersedia secara publik, penulis harus memastikan bahwa penyusunan artikel tidak sekadar menyalin bagian substansial tanpa penyesuaian dan pengungkapan.

12. Publikasi Prosiding atau Konferensi

Artikel yang dikembangkan dari makalah konferensi atau prosiding harus memiliki pengembangan yang memadai dan mengikuti ketentuan hak cipta publikasi sebelumnya.

Penulis wajib mengungkapkan apabila bagian penelitian pernah dipresentasikan atau diterbitkan sebelumnya apabila relevan.

13. Similarity pada Daftar Pustaka dan Kutipan

Similarity dapat berasal dari bagian yang secara wajar memiliki kesamaan, seperti:

  • daftar pustaka;
  • nama institusi;
  • istilah teknis;
  • judul peraturan atau dokumen;
  • kutipan langsung yang diberikan atribusi;
  • serta frasa metodologis tertentu.

Karena itu, GOLTEO tidak menilai plagiarisme hanya berdasarkan angka persentase keseluruhan.

Editor akan mengevaluasi substansi dan konteks kesamaan.

14. Naskah dengan Similarity di Atas 25%

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan similarity di atas 25%, editor dapat:

  • mengembalikan naskah kepada penulis;
  • meminta revisi;
  • meminta penulis memperbaiki kutipan dan parafrasa;
  • meminta laporan similarity baru;
  • menunda proses peer review;
  • atau menolak naskah apabila terdapat plagiarisme substansial.

Kesempatan revisi bergantung pada tingkat dan sifat kesamaan yang ditemukan.

15. Similarity di Bawah 25%

Similarity di bawah 25% tidak secara otomatis berarti naskah bebas dari plagiarisme.

Sebagai contoh, satu bagian penting dari artikel dapat memiliki kesamaan sangat tinggi dengan satu sumber tertentu meskipun similarity keseluruhan rendah.

Editor tetap dapat meminta klarifikasi atau revisi.

16. Referensi Fiktif

Penulis dilarang mencantumkan sumber yang:

  • tidak pernah ada;
  • tidak pernah dibaca atau digunakan sebagaimana diklaim;
  • memiliki informasi bibliografis palsu;
  • atau dibuat secara otomatis tanpa verifikasi.

Seluruh referensi harus dapat diverifikasi.

17. Penggunaan AI dan Plagiarisme

Penggunaan perangkat AI tidak membebaskan penulis dari tanggung jawab terhadap orisinalitas.

Penulis harus memastikan bahwa AI tidak menghasilkan:

  • teks hasil reproduksi karya pihak lain tanpa atribusi;
  • referensi palsu;
  • kutipan tokoh yang tidak benar;
  • ayat atau terjemahan yang keliru;
  • data palsu;
  • atau informasi yang tidak dapat diverifikasi.

Penulis tetap bertanggung jawab penuh terhadap seluruh isi naskah.

18. Pemeriksaan Sebelum Peer Review

Pemeriksaan plagiarisme dapat dilakukan sebelum naskah diteruskan kepada reviewer.

Apabila ditemukan masalah, editor dapat meminta penulis melakukan perbaikan terlebih dahulu.

Hal ini bertujuan agar reviewer menerima naskah yang telah memenuhi standar dasar integritas akademik.

19. Plagiarisme yang Ditemukan Selama Peer Review

Apabila reviewer menemukan indikasi plagiarisme, reviewer dapat melaporkannya secara rahasia kepada editor.

Editor akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Reviewer tidak dianjurkan menghubungi penulis secara langsung mengenai dugaan pelanggaran tersebut.

20. Plagiarisme Setelah Publikasi

Apabila dugaan plagiarisme ditemukan setelah artikel diterbitkan, GOLTEO akan melakukan evaluasi.

Tindakan dapat berupa:

  • permintaan klarifikasi;
  • koreksi;
  • Expression of Concern;
  • pencabutan artikel (retraction);
  • atau tindakan editorial lainnya.

Tingkat tindakan akan disesuaikan dengan sifat dan tingkat pelanggaran.

21. Hak Penulis Memberikan Klarifikasi

Sebelum mengambil tindakan serius, penulis akan diberikan kesempatan yang wajar untuk:

  • menjelaskan sumber kesamaan;
  • memberikan dokumen pendukung;
  • menunjukkan izin penggunaan apabila relevan;
  • atau memberikan klarifikasi akademik.

Namun, tidak adanya respons tidak menghalangi jurnal mengambil tindakan apabila bukti yang tersedia cukup kuat.

22. Perbedaan Teologis Bukan Plagiarisme

Perbedaan interpretasi Alkitab, doktrin, denominasi, atau pendekatan teologis tidak dianggap sebagai plagiarisme.

Penilaian plagiarisme berkaitan dengan penggunaan karya, gagasan, atau materi pihak lain tanpa atribusi yang memadai, bukan dengan kesamaan atau perbedaan keyakinan teologis.

23. Tindakan terhadap Pelanggaran

Berdasarkan tingkat pelanggaran, GOLTEO dapat:

  • meminta revisi;
  • menghentikan sementara proses editorial;
  • menolak naskah;
  • menerbitkan koreksi;
  • menerbitkan Expression of Concern;
  • mencabut artikel;
  • atau mengambil langkah lain yang diperlukan untuk menjaga integritas ilmiah.

24. Komitmen GOLTEO

GOLTEO berkomitmen menjaga standar publikasi yang:

  • orisinal;
  • transparan;
  • dapat diverifikasi;
  • menghormati hak cipta;
  • menghargai karya akademik pihak lain;
  • dan sesuai dengan etika penelitian serta publikasi.

PT Golan Digital Kreatif melalui Golan Publisher mendukung Dewan Editorial dalam menangani dugaan plagiarisme secara objektif, adil, dan berbasis bukti.