Panduan Penulisan

GOLTEO: Jurnal Teologi (Golan Journal of Theology) merupakan jurnal ilmiah peer-reviewed dan open access yang diterbitkan oleh PT Golan Digital Kreatif melalui Golan Publisher.

GOLTEO menerima artikel ilmiah dalam bidang teologi, studi biblika, teologi sistematika, teologi praktis, sejarah gereja, misiologi, etika Kristen, pastoral, studi Kekristenan, serta kajian interdisipliner yang relevan.

Naskah harus merupakan karya ilmiah orisinal, belum pernah dipublikasikan, dan tidak sedang diproses pada jurnal atau penerbit lain.

1. Bahasa Naskah

Naskah dapat ditulis dalam:

  • Bahasa Indonesia; atau
  • Bahasa Inggris.

Bahasa yang digunakan harus bersifat ilmiah, jelas, sistematis, dan sesuai dengan kaidah akademik.

Penulis bertanggung jawab atas tata bahasa, ejaan, keterbacaan, konsistensi istilah teologis, serta ketepatan penggunaan istilah bahasa asing.

2. Judul Artikel

Judul artikel harus:

  • mencerminkan substansi penelitian;
  • spesifik dan informatif;
  • menggunakan istilah akademik yang tepat;
  • tidak terlalu umum;
  • menghindari singkatan yang tidak lazim; dan
  • maksimal 14 kata.

Judul sebaiknya menunjukkan objek kajian, permasalahan, pendekatan, atau kontribusi utama artikel.

3. Nama Penulis dan Afiliasi

Informasi penulis meliputi:

  • nama lengkap tanpa gelar akademik pada metadata apabila template mensyaratkan;
  • program studi, departemen, atau unit;
  • institusi;
  • negara;
  • alamat email aktif;
  • penulis korespondensi (corresponding author);
  • ORCID apabila tersedia.

Seluruh penulis harus memiliki kontribusi akademik yang nyata terhadap penelitian dan penulisan artikel.

Karena GOLTEO menerapkan double-blind peer review, file yang digunakan untuk proses review harus dianonimkan apabila sistem editorial mensyaratkannya.

Identitas lengkap penulis tetap dimasukkan dalam metadata OJS.

4. Abstrak

Artikel harus memiliki abstrak dalam:

  • Bahasa Indonesia; dan
  • Bahasa Inggris.

Abstrak terdiri atas 100–250 kata dan ditulis dalam satu paragraf.

Abstrak sebaiknya memuat:

  • latar belakang singkat;
  • tujuan penelitian;
  • metode atau pendekatan;
  • hasil atau temuan utama;
  • dan kesimpulan.

Abstrak tidak dianjurkan memuat kutipan atau referensi.

Setiap abstrak diikuti 3–5 kata kunci.

5. Pendahuluan

Pendahuluan harus memberikan dasar akademik yang jelas terhadap penelitian.

Bagian ini dapat mencakup:

  • latar belakang;
  • konteks masalah;
  • fenomena teologis atau gerejawi;
  • kajian penelitian sebelumnya;
  • kesenjangan penelitian (research gap);
  • permasalahan atau pertanyaan penelitian;
  • kebaruan;
  • tujuan penelitian;
  • dan kontribusi akademik.

Pendahuluan tidak cukup hanya menjelaskan bahwa suatu tema “penting untuk dibahas”, tetapi harus menunjukkan mengapa penelitian tersebut diperlukan secara akademik.

6. Tinjauan Pustaka atau Kerangka Teoretis

Apabila diperlukan, artikel dapat memiliki bagian khusus Tinjauan Pustaka, Landasan Teori, atau Kerangka Teoretis.

Bagian ini dapat mencakup:

  • teori teologi;
  • pemikiran tokoh;
  • konsep doktrinal;
  • penelitian terdahulu;
  • pendekatan hermeneutika;
  • teori sosial;
  • teori kepemimpinan;
  • teori pastoral;
  • atau teori lain yang relevan.

Tinjauan pustaka tidak boleh hanya berupa kumpulan kutipan, tetapi harus menunjukkan hubungan antarsumber dan posisi penelitian.

7. Metode Penelitian

Setiap artikel penelitian harus menjelaskan metode atau pendekatan akademik yang digunakan.

GOLTEO menerima antara lain:

  • penelitian kualitatif;
  • penelitian kuantitatif;
  • mixed methods;
  • studi kepustakaan;
  • penelitian historis;
  • studi kasus;
  • fenomenologi;
  • etnografi;
  • survei;
  • penelitian lapangan;
  • analisis teks;
  • analisis wacana;
  • hermeneutika;
  • eksegesis;
  • penelitian teologi praktis;
  • penelitian pastoral;
  • dan pendekatan interdisipliner.

Metode harus sesuai dengan tujuan penelitian dan memungkinkan pembaca memahami bagaimana kesimpulan diperoleh.

8. Artikel Kajian Biblika dan Eksegesis

Untuk penelitian biblika atau eksegesis, penulis harus menjelaskan pendekatan yang digunakan.

Pendekatan dapat berupa:

  • historis-gramatikal;
  • historis-kritis;
  • kritik teks;
  • kritik bentuk;
  • kritik redaksi;
  • kritik naratif;
  • analisis sastra;
  • pendekatan kanonik;
  • sosial-historis;
  • teologis;
  • hermeneutis;
  • atau metode lain yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Artikel sebaiknya menjelaskan:

  • teks yang dianalisis;
  • konteks teks;
  • metode interpretasi;
  • sumber primer dan sekunder;
  • tahapan analisis;
  • serta dasar penarikan kesimpulan.

Interpretasi Alkitab harus dibedakan dari opini pribadi.

9. Penggunaan Bahasa Asli Alkitab

Apabila artikel menggunakan istilah:

  • Ibrani;
  • Aram;
  • Yunani;
  • atau bahasa kuno lainnya,

penulis harus menggunakan istilah secara tepat dan konsisten.

Transliterasi atau karakter asli dapat digunakan sesuai kebutuhan akademik dan template jurnal.

Makna suatu istilah tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan kamus sederhana tanpa mempertimbangkan:

  • konteks;
  • tata bahasa;
  • penggunaan dalam teks;
  • dan literatur akademik yang relevan.

10. Kutipan Alkitab

Penulis harus menyebutkan versi atau terjemahan Alkitab yang digunakan apabila relevan.

Contoh:

Yohanes 3:16 (TB)

atau sesuai ketentuan template jurnal.

Apabila beberapa terjemahan dibandingkan, masing-masing versi harus disebutkan dengan jelas.

Penggunaan kutipan Alkitab harus proporsional dan mendukung analisis, bukan menggantikan argumentasi ilmiah.

11. Artikel Teologi Sistematika

Artikel teologi sistematika harus memiliki:

  • masalah yang jelas;
  • sumber akademik yang memadai;
  • kerangka argumentasi;
  • analisis;
  • dialog dengan penelitian atau pemikiran terdahulu;
  • dan kontribusi terhadap diskursus teologi.

Kajian doktrinal tidak cukup hanya mengumpulkan ayat atau pendapat tokoh tanpa analisis akademik.

12. Artikel Teologi Historis dan Sejarah Gereja

Penelitian historis harus memperhatikan:

  • konteks waktu dan tempat;
  • sumber primer;
  • sumber sekunder;
  • autentisitas sumber;
  • kronologi;
  • dan interpretasi historis.

Penulis harus membedakan antara:

  • fakta historis;
  • interpretasi;
  • tradisi;
  • dan klaim yang belum dapat diverifikasi.

13. Penelitian Teologi Praktis

Untuk penelitian teologi praktis, pelayanan, misiologi, kepemimpinan gereja, pastoral, atau penelitian empiris lainnya, metode harus menjelaskan:

  • lokasi penelitian;
  • partisipan atau informan;
  • teknik pemilihan partisipan;
  • teknik pengumpulan data;
  • instrumen;
  • teknik analisis;
  • validasi data;
  • dan aspek etika.

Penelitian harus menghubungkan temuan empiris dengan landasan teologis yang relevan.

14. Penelitian Gereja dan Komunitas

Jika penelitian dilakukan pada:

  • gereja;
  • sinode;
  • lembaga pelayanan;
  • sekolah teologi;
  • organisasi Kristen;
  • komunitas;
  • atau lembaga keagamaan,

penulis harus menjelaskan konteks penelitian secara memadai.

Izin penelitian harus diperoleh apabila diperlukan.

Hubungan peneliti dengan institusi atau komunitas penelitian juga perlu diungkapkan apabila dapat memengaruhi interpretasi hasil.

15. Penelitian Pastoral dan Konseling

Penelitian pastoral dan konseling harus memberikan perhatian khusus terhadap:

  • privasi;
  • kerahasiaan;
  • informasi pribadi;
  • pengalaman spiritual;
  • masalah keluarga;
  • kondisi emosional;
  • dan data sensitif lainnya.

Identitas partisipan harus dilindungi apabila pengungkapan identitas dapat menimbulkan risiko.

16. Hasil Penelitian

Bagian hasil menyajikan temuan secara jelas, sistematis, dan sesuai metode.

Hasil dapat berupa:

  • temuan tekstual;
  • hasil analisis teologis;
  • hasil analisis historis;
  • data statistik;
  • hasil wawancara;
  • hasil observasi;
  • tabel;
  • gambar;
  • tema-tema kualitatif;
  • atau bentuk lain sesuai jenis penelitian.

Bagian hasil tidak boleh memuat data yang direkayasa atau dipilih secara menyesatkan.

17. Pembahasan

Pembahasan harus:

  • menginterpretasikan hasil;
  • menghubungkan hasil dengan pertanyaan penelitian;
  • membandingkan dengan penelitian sebelumnya;
  • mendialogkan hasil dengan teori atau literatur teologi;
  • menunjukkan kontribusi ilmiah;
  • menjelaskan implikasi;
  • dan membahas keterbatasan apabila relevan.

Untuk kajian teologi, pembahasan harus menunjukkan argumentasi, bukan hanya deskripsi.

18. Kesimpulan

Kesimpulan harus:

  • menjawab tujuan atau pertanyaan penelitian;
  • merangkum temuan utama;
  • menunjukkan kontribusi akademik;
  • tidak memasukkan pembahasan baru yang tidak dijelaskan sebelumnya;
  • dan dapat memberikan rekomendasi penelitian selanjutnya.

Kesimpulan tidak sebaiknya berubah menjadi khotbah, ajakan devotional, atau pernyataan normatif yang tidak didukung hasil penelitian.

19. Keragaman Perspektif Teologis

GOLTEO menerima perbedaan pandangan teologis dan denominasi sepanjang artikel disusun secara ilmiah.

Penulis harus:

  • menggunakan bahasa akademik;
  • menghargai perspektif berbeda;
  • menghindari serangan terhadap individu atau denominasi;
  • tidak menggunakan stereotip;
  • serta menyampaikan kritik berbasis argumentasi dan sumber.

Artikel tidak dinilai berdasarkan kesesuaian dengan denominasi tertentu.

20. Ucapan Terima Kasih

Bagian Acknowledgement/Ucapan Terima Kasih dapat digunakan untuk menyebutkan pihak yang memberikan bantuan tetapi tidak memenuhi kriteria sebagai penulis.

Sumber pendanaan juga dapat dicantumkan pada bagian ini atau bagian khusus sesuai template.

21. Konflik Kepentingan

Penulis harus menyatakan konflik kepentingan apabila ada.

Jika tidak terdapat konflik kepentingan, dapat digunakan:

Penulis menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan terkait penelitian dan publikasi artikel ini.

Hubungan dengan gereja, denominasi, lembaga pelayanan, atau sponsor perlu diungkapkan apabila berpotensi memengaruhi objektivitas penelitian.

22. Pernyataan Ketersediaan Data

Artikel empiris dianjurkan mencantumkan Pernyataan Ketersediaan Data.

Contoh:

Data yang mendukung temuan penelitian ini tersedia dari penulis korespondensi berdasarkan permintaan yang wajar.

Untuk data pastoral, konseling, wawancara sensitif, atau data rahasia gereja, data tidak harus tersedia secara terbuka apabila terdapat alasan etis atau privasi.

23. Daftar Pustaka

GOLTEO menggunakan APA Style 7th Edition sebagai standar umum referensi.

Daftar pustaka harus:

  • hanya memuat sumber yang dikutip;
  • disusun secara konsisten;
  • menggunakan sumber akademik yang dapat diverifikasi;
  • mengutamakan sumber primer apabila relevan;
  • menggunakan literatur ilmiah mutakhir;
  • dan mencantumkan DOI atau URL apabila tersedia dan relevan.

Penulis dianjurkan menggunakan:

  • Mendeley
  • Zotero
  • EndNote

atau aplikasi manajemen referensi lainnya.

24. Referensi Teologi

Penulis dianjurkan tidak bergantung hanya pada:

  • blog;
  • artikel populer;
  • khotbah daring;
  • media sosial;
  • Wikipedia;
  • atau sumber tanpa proses editorial akademik.

Untuk argumentasi utama, prioritaskan:

  • jurnal ilmiah;
  • buku akademik;
  • monograf;
  • komentar Alkitab ilmiah;
  • dokumen primer;
  • karya teolog bereputasi;
  • dan sumber akademik lain yang dapat diverifikasi.

25. Format Naskah

Ketentuan umum:

  • ukuran kertas: A4;
  • margin atas dan kiri: 3 cm;
  • margin kanan dan bawah: 2 cm;
  • font utama: Times New Roman;
  • ukuran font: 10 pt;
  • spasi: 1,0;
  • panjang naskah: 6–12 halaman termasuk tabel, gambar, dan referensi;
  • mengikuti template resmi GOLTEO.

Apabila terdapat perbedaan antara panduan umum ini dengan ketentuan teknis pada template, template resmi GOLTEO menjadi acuan utama.

26. Tabel, Gambar, dan Ilustrasi

Tabel dan gambar harus:

  • diberi nomor;
  • memiliki judul/keterangan;
  • memiliki kualitas yang memadai;
  • disebutkan dalam teks;
  • dan mencantumkan sumber apabila berasal dari pihak lain.

Foto kegiatan gereja, pelayanan, atau peserta penelitian harus memperhatikan izin, privasi, serta hak cipta.

27. Orisinalitas dan Similarity

Setiap naskah harus memiliki orisinalitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

GOLTEO menggunakan tingkat kesamaan tidak lebih dari 25% sebagai indikator pemeriksaan awal.

Namun, angka similarity tidak menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan plagiarisme.

Editor akan mempertimbangkan:

  • sumber kemiripan;
  • pola kesamaan;
  • penggunaan kutipan;
  • konteks;
  • dan atribusi.

28. Penggunaan Kecerdasan Buatan

AI dapat digunakan sebagai alat bantu secara bertanggung jawab.

AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis.

Penggunaan AI secara substansial harus diungkapkan.

Penulis wajib memverifikasi:

  • informasi;
  • argumentasi;
  • terjemahan;
  • referensi;
  • kutipan;
  • interpretasi teks;
  • dan keluaran AI lainnya.

Penulis tidak boleh menggunakan AI untuk menghasilkan:

  • referensi fiktif;
  • kutipan Alkitab palsu;
  • kutipan tokoh yang tidak pernah ada;
  • data penelitian palsu;
  • wawancara palsu;
  • atau dokumentasi penelitian fiktif.

29. Pengiriman Naskah

Naskah dikirim melalui sistem Open Journal Systems (OJS) GOLTEO.

Penulis wajib:

  • melakukan registrasi;
  • mengisi metadata lengkap;
  • memasukkan seluruh nama penulis;
  • mengunggah naskah sesuai template;
  • mengisi judul, abstrak, dan kata kunci;
  • memastikan anonimisasi naskah untuk double-blind review;
  • dan mengunggah dokumen tambahan apabila diminta.

30. Pemeriksaan Awal

Sebelum dikirim ke reviewer, editor dapat melakukan pemeriksaan terhadap:

  • fokus dan ruang lingkup;
  • struktur artikel;
  • kualitas dasar akademik;
  • metode;
  • referensi;
  • similarity;
  • etika penelitian;
  • dan kepatuhan terhadap template.

Naskah yang tidak memenuhi persyaratan dasar dapat dikembalikan kepada penulis sebelum proses peer review.